Membangun rumah bukan hanya sekedar membangun. Jika itu rumah pribadi maka Anda sedang mempertaruhkan keselamatan keluarga Anda. Dan apabila itu bangunan sipil seperti Sekolah, maka kita sedang mempertaruhkan keselamatan siswa yang belajar beserta gurunya. Dan boleh jadi diantara siswa atau guru tersebut adalah keluarga Anda.

Banyak orang yang berfikir bahwa untuk membangun rumah satu atau dua tingkat cukup dengan tenaga tukang saja. Dengan pengalaman tukang yang banyak, dianggap sudah mampu membuat rumah kuat dan aman.

Lalu bagaimana dengan bangunan tahan gempa?

Realita di lapangan banyak ditemukan korban jiwa disebabkan oleh bangunan “rumah biasa” yang runtuh pada saat gempa terjadi. Atau dengan kata lain masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah yang lebih banyak mendapatkan kerugian.

jogja
Kerusakan Rumah Akibat Gempa Yogyakarta Mei 2006
ilustrasi-gempa-sumbar harnas co
Kerusakan Rumah Akibat Gempa Padang September 2009 (sumber: harnas.co)
lombok liputan 6
Kerusakan Rumah Akibat Gempa Lombok Juli 2018 (sumber: www.liputan6.com)
gempa palu kompas
Kerusakan Rumah Akibat Gempa Palu September 2018 (sumber: www.kompas.com)
halmahera selatan mongabay
Kerusakan Rumah Akibat Gempa Halmahera Selatan Juli 2019 (sumber: www.mongabay.com)

Sangat ironi memang bahwa masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, tetapi berkeinginan membangun “rumah batu“. Dimana rumah batu dianggap mewakili status sosial mereka. Akibatnya rumah rangka beton bertulang dengan dinding bata tetap terbangun, namun dengan mutu material yang sangat rendah dan besi tulangan serta detailing yang tidak memadai.

Alih-alih menyewa ahli struktur, sedangkan kebutuhan material bangunan saja sulit terpenuhi.

Insinyur Sipil dalam hal ini seorang Ahli Struktur adalah seorang yang mampu merancang sebuah bangunan agar tetap kuat, aman, dan ekonomis terhadap beban yang bekerja, termasuk beban yang diakibatkan oleh gempa. Selain itu Insinyur sipil juga berperan dalam proses kontruksi dan pengawasan.

Sekarang ini, Ahli Struktur (Engineer) kebanyakan hanya fokus pada pekerjaan gedung bertingkat banyak dengan dana yang banyak pula. Untuk melindungi investasi yang begitu besar dari kerusakan, maka disitu seorang insinyur sipil berperan.

Untuk itu masyarakat biasa diarahkan untuk mengikuti panduan tentang syarat bangunan tahan gempa yang telah disusun oleh pemerintah bekerja sama dengan tenaga ahli profesional. Dengan harapan panduan tersebut dapat diikuti dengan baik.

Panduan Konstruksi Nir-Rekayasa

Konstruksi Nir-Rekayasa terdiri dari atas bangunan rumah tinggal dan banguan komersial sampai dua lantai yang dibangun oleh pemilik, menggunakan tukang setempat yang tidak terlatih, menggunakan bahan setempat yang murah, dan tanpa campur tangan arsitek maupun ahli teknik/ahli struktur dalam perencanaan dan pembangunannya (Teddy Boen, 2009).

Konstruksi Nir-Rekayasa biasanya dibangun dengan biaya yang terbatas dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di tempat.

Setelah gempa padang 2009, kemudian diterbitkan buku panduan untuk bangunan Nir-Rekayasa yaitu “Persyaratan Pokok Rumah yang Lebih Aman”. Buku ini merupakan hasil kerjasama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Selain itu, diterbitkan pula dalam bentuk poster. Dapat didownload di bawah ini

Cover Buku Saku
Buku Saku Persyaratan Pokok Rumah yang Lebih Aman DOWNLOAD
Poster Membangun Rumah Tahan Gempa
Poster Persyaratan Pokok Rumah yang Lebih Aman DOWNLOAD

Panduan di atas merupakan standar yang berlaku untuk rumah tinggal satu sampai dua tingkat dan tentunya merupakan hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat.

Panduan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang akan membangun rumah baru. Lalu, bagaimana dengan rumah yang telah rusak akibat gempa?

Memperbaiki Rumah Sederhana yang Rusak Akibat Gempa Bumi

Memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa bukan hal yang tidak mungkin. Kebanyakan masyarakat karena trauma yang mendalam, akhirnya pemilik rumah memilih untuk merobohkan bangunan secara keseluruhan. Padahal rumah atau fasilitas umum tersebut dapat diperbaiki atau lebih dikenal dengan istilah Retrofitting.

Memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa, sebaiknya dengan arahan dan pengawasan seorang Insinyur Sipil yang tentunya “Berkompeten“.

Tidak sedikit ditemukan juga tenaga ahli yang kurang memahami tentang bangunan Nir-Rekayasa dan akhirnya memberikan rekomendasi yang tidak benar serta terkadang lebih mahal.

Selain itu, faktor pelaksanaan juga sangat berpengaruh terhadap hasil. Dimana Kontraktor yang tidak terpercaya sehingga menghasilkan Mutu Pekerjaan yang rendah.

Panduan di bawah ini merupakan solusi terbaik yang dapat diikuti. Buku tersebut merupakan buku panduan tentang “Cara Memperbaiki Bangunan Sederhana yang Rusak Akibat Gempa Bumi“.

cara memperbaiki bangunan sederhana yang rusak akibat gempa bumi
CARA MEMPERBAIKI BANGUNAN SEDERHANA YANG RUSAK AKIBAT GEMPA BUMI DOWNLOAD

Masyarakat biasa dengan tingkat ekonomi rendah, dengan pengetahuan yang minim tentang konstruksi bangunan, sangat rentan terhadap bahaya runtuhan bangunan akibat gempa. Untuk itu seorang Insinyur Sipil diharapkan mampu memberikan solusi dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan demikian diharapkan nantinya dapat mengurangi risiko akibat bencana gempa bumi.