Refleksi 2020

Apa arti tahun 2020 bagi Anda? Jika jawaban Anda “2020 adalah tahun yang membawa kesialan”, maka sah-sah aja sih. Tapi, bagi saya tahun 2020 memberikan ruang yang lebih untuk melakukan eksplorasi. Tahun 2020 mungkin membatasi gerakan fisik melalui social distancing dan lockdown-nya, namun tidak membatasi pikiran kita untuk berkreasi, mencoba hal-hal yang baru. Selepas bangku kuliah Desember 2019, bukannya berhadapan dengan pekerjaan yang saya impikan, malah dihadapkan dengan pandemi Covid-19 di awal tahun 2020. Dengan kondisi begitu, apa yang bisa dilakukan? Setidaknya satu hal aja cukup, berbenah diri.. Belajar.. sembari menunggu Covid sedikit mereda dan panggilan kerja (*yang tak kunjung … Lanjutkan membaca Refleksi 2020

Molabot Tumpe dan Macrocephalon Maleo, Dua Permata Batui yang Mulai Tergerus

Jika mendengar kata “Maleo“, maka yang terbersit adalah seekor burung endemik sulawesi. Terkenal dengan ukuran telurnya yang super besar, 5 sampai 8 kali lipat ukuran telur ayam. Satwa kebanggaan sulawesi, bahkan Indonesia yang terkenal di berbagai penjuru dunia tidak kalah populer dibandingkan dengan Komodo di Nusa Tenggara. Namun, tidak banyak yang mengetahui cerita di dalam telur maleo yang menyimpan kisah sejarah kerajaan Banggai dan keunikan “Tumpe” tradisi masyarakat batui yang menjadi agenda tiap tahunnya. Belum lagi berita mengenai dirambahnya suaka marga satwa Bakiriang yang menjadi habitat alami burung Maleo di Kabupaten Banggai (beritalingkungan.com) dan adanya keterkaitan antara Maleo, upacara adat … Lanjutkan membaca Molabot Tumpe dan Macrocephalon Maleo, Dua Permata Batui yang Mulai Tergerus

Menulis itu..

Ada yang bertanya “Kamu buat blog? sudah dapat uang?” Bagi saya, blog bukan tentang ada atau tidaknya uang yang diperoleh. Blog adalah tentang menulis. Sampai detik ini, saya pribadi masih terus berlatih dalam menulis. Banyak orang di luar sana yang bertanya “mengapa menulis begitu sulit?” Tidak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya menulis itu adalah tentang membaca dan berlatih menulis. Kita akan kesusahan menulis jika jarang membaca. Kenapa? Perbendaharaan kata atau kosakata atau istilah. Tanpa membaca, kita tidak mempunyai kosakata yang cukup untuk dipakai dalam menulis. Dengan membaca, kita juga mengetahui kosakata tersebut muncul dalam situasi apa, kapan dan dimana akan … Lanjutkan membaca Menulis itu..

Hijrah ke Linux

Bingung #dirumahaja sejak pandemi COVID-19, membuat saya ingin mencoba sesuatu yang baru again. Hijrah OS dari Windows ke Linux sepertinya lebih menantang. Bukan sekadar itu sih alasannya, sebelumnya saya mencoba ngulik Opensees khususnya Openseespy – salah satu aplikasi analisa struktur open source menggunakan bahasa python. Nah, berhubung Linux juga open source, mengapa gak sekalian dengan OS-nya juga kan? Main motivasi yaitu semoga kerja lebih halalan toyyiban gitu.. kan pakainya aplikasi gratis semua, terbebas dari crack. Memang bagi user seperti saya yang sudah terbiasa dengan Windows – tinggal klik next – next.. – awalnya akan sangat repot berurusan dengan linux. Semua … Lanjutkan membaca Hijrah ke Linux

Perspektif Hunian yang Kuat Pasca Gempa 28 September

Seperti yang dikatakan Ahmad Arif (2019) dalam Memaknai Bencana bahwa bencana alam yang bersifat katastropik mempunyai daya ubah. Tidak hanya perubahan bentang alam, tetapi terutama pada kesadaran manusia. Dimana diharapkan nantinya masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Dikutip dari Almanak Bencana dan Sajak-Sajak Renjana (2019). Salah satu perubahan tersebut adalah cara pandang masyarakat terhadap hunian yang kuat (rumah tinggal) khususnya daerah pedesaan di Kabupaten Sigi. “Kami tidak mau lagi barumah batu (Rumah Batu Bata), pakai papan saja. Kami takut sudah”. Kata salah seorang warga Desa Salua pasca gempa 28 September 2018. Melihat rumah warga yang hancur membuat saya merasa pernyataan … Lanjutkan membaca Perspektif Hunian yang Kuat Pasca Gempa 28 September

Masyarakat Biasa Juga Butuh Insinyur Sipil

Membangun rumah bukan hanya sekedar membangun. Jika itu rumah pribadi maka Anda sedang mempertaruhkan keselamatan keluarga Anda. Dan apabila itu bangunan sipil seperti Sekolah, maka kita sedang mempertaruhkan keselamatan siswa yang belajar beserta gurunya. Dan boleh jadi diantara siswa atau guru tersebut adalah keluarga Anda. Banyak orang yang berfikir bahwa untuk membangun rumah satu atau dua tingkat cukup dengan tenaga tukang saja. Dengan pengalaman tukang yang banyak, dianggap sudah mampu membuat rumah kuat dan aman. Lalu bagaimana dengan bangunan tahan gempa? Realita di lapangan banyak ditemukan korban jiwa disebabkan oleh bangunan “rumah biasa” yang runtuh pada saat gempa terjadi. Atau … Lanjutkan membaca Masyarakat Biasa Juga Butuh Insinyur Sipil

Hipotesis: Penyebab Utama Banjir Bandang Sigi

Belum lagi hilang trauma akibat gempa 28 September 2018, masyarakat Sigi kembali menelan pil pahit akibat terjangan banjir bandang. Hunian sementara yang dibangun kembali porak poranda akibat gerusan banjir yang membawa lumpur, batu dan batang kayu besar. Tercatat 27 kali banjir bahkan korban meninggal akibat banjir bandang mencapai 35 jiwa sejak tahun 2011 sampai 2019. (Walhi dalam Tribunnews 12 Mei 2019). Banjir terparah terjadi di Desa Bangga Minggu 28 April 2019. Diketahui 2.259 warga mengungsi, 1 orang meninggal dunia, 551 rumah tertimbun lumpur. Banjir bandang turut pula melanda 5 desa lainnya yaitu Desa Balongga, Walanata, Omu, Tuva, dan Salua. Masalah … Lanjutkan membaca Hipotesis: Penyebab Utama Banjir Bandang Sigi